Showing posts with label tidur. Show all posts
Showing posts with label tidur. Show all posts
Thursday, August 25, 2016
Menambah waktu tidur cegah Hipertensi
Menambah waktu tidur cegah Hipertensi
Masalah tekanan darah tinggi ternyata bisa diatasi dengan menambah durasi waktu istirahat satu jam. Benarkah?
Seperti diberitakan Daily Mail, masalah tekanan darah tinggi atau hipertensi dianggap bisa menimbulkan kematian mendadak dan terjadinya serangan jantung serta stroke. Namun, sebuah penelitian baru mengungkap hal ini bisa diatasi hanya dengan menambah waktu tidur satu jam.
Jika dilakukan secara rutin selama enam pekan, menambah waktu tidur satu jam ini bisa mengatasi masalah hipertensi.
Masalah kurang tidur dan gaya hidup stres juga telah lama dikaitkan bisa meningkatkan risiko tersebut. Untuk itu, di Harvard Medical School di Boston, Amerika Serikat, para ilmuwan melakukan penelitian dan menemukan bahwa ada salah satu cara dan terbukti bahwa tekanan darah dapat dikendalikan hanya dengan meningkatkan durasi tidur.
Peneliti merekrut 22 pria paruh baya dan wanita yang memiliki masalah prehipertensi. Tekanan darah mereka tidak terlalu tinggi, tetapi telah meningkat dan berada pada target untuk mencapai tingkat berbahaya.
Para relawan semua mengaku tidur tujuh jam atau kurang dalam semalam.
Selama periode enam pekan, 13 orang dari kelompok penelitian ini diberitahu untuk memperpanjang pola tidur mereka dengan mendapatkan tidur satu jam lebih awal dari biasanya. Sedangkan sisanya diberitahu untuk tetap melakukan rutinitas tidur normal.
Hasilnya, seperti dipublikasikan dalam Journal of Sleep Research, menunjukkan bahwa mereka yang melakukan perpanjangan waktu tidur satu jam berhasil mendapatkan setidaknya 35 menit tambahan di tempat tidur.
Akibatnya, pembacaan tekanan darah rata-rata mereka turun tajam antara delapan dan 14 mmHg.
Para peneliti pun memperkirakan, terlalu sedikit jam tidur mempengaruhi kemampuan tubuh untuk menangani hormon stres yang bisa menaikkan tekanan darah.
Para peneliti mencatat bahwa tidur ekstra bisa segera diresepkan sebagai obat untuk tekanan darah tinggi.
"Temuan awal harus ditafsirkan dengan hati-hati. Tapi, penyelidikan masa depan harus melihat apakah meningkatkan durasi tidur berfungsi sebagai strategi yang efektif dalam pengobatan hipertensi," kata mereka.
sumber: vivalife
Labels:
cegah,
hipertensi,
menambah,
tidur,
waktu
Saturday, July 30, 2016
Pernah Terbangun Saat Tidur Dan Tidak Bisa Bergerak Ini Jawabannya!
Pernah Terbangun Saat Tidur Dan Tidak Bisa Bergerak Ini Jawabannya!
Apa itu Sleep Paralysis atau Kelumpuhan Tidur
Sebenarnya Sleep Paralysis atau Kelumpuhan Tidur adalah sebuah kondisi dimana seseorang tidak mampu bergerak ketika sedang dalam kondisi tidur maupun dalam keadaan bangun dari tidur. Kondisi kelumpuhan ini biasanya hanya berlangsung selama beberapa saat, orang yang mengalami masalah ini tidak dapat menggerakkan anggota badannya dan tidak dapat mengeluarkan suara. Bahkan beberapa orang mengalami kejadian tersebut disertai dengan halusinasi yang seram atau bahkan mimpi buruk. Orang yang menderita kelumpuhan tidur biasanya masih bisa merasakan suara, bau, bahkan ingatan tentang mimpi yang menakutkan. Kelumpuhan seperti ini bukan sebuah hal yang dapat membahayakan kesehatan.
Kelumpuhan tidur seperti ini diakibatkan terganggunya fase tidur REM, ini adalah fase dimana otot mencegah seseorang untuk bertindak lebih jauh di luar mimpi mereka. Mereka yang menderita kondisi seperti ini adalah mereka yang menderita narkolepsi, migrain, gangguan kecemasan, jet lag, stress, pengaruh obat-obatan dll.
Klasifikasi Kelumpuhan Tidur
Ternyata kelumpuhan tidur ini dibagi menjadi 2 yaitu, Kelumpuhan Tidur Terisolasi atau disingkat dengan ISP dan ada juga yang disebut dengan kelumpuhan tidur teriolasi Berulang atau disebut dengan RISP. Kondisi yang lebih sering kita alami adalah tipe ISP. Mereka yang terkena ISP biasanya sekali seumur hidup, dan hanya berlangsung selama beberapa menit.
Sedangkan mereka yang menderita RISP biasanya adalah mereka yang dalam keadaan kronis, karena kondisi Kelumpuhan tidur ini berulang kali terjadi dalam kehidupannya. Bahkan durasi yang akan dialami oleh penderita RISP berlangsung lebih lama, biasanya 1 jam atau lebih.
Kebanyakan orang pernah mengalami kelumpuhan tidur seperti ini. Biasanya mereka pernah mengalami kejadian seperti ini sekali dalam setahun atau bahkan mungkin beberapa tahun sekali. Sedangkan mereka yang menderita RISP akan menderita kondisi ini setiap bulan secara berulang-ulang. Siapa saja dapat menderita kondisi seperti ini baik wanita maupun pria. Namun ada beberapa kelompok usia yang rentan mendapatkan kondisi seperti ini seperti mereka yang berusia 25 hingga 44 tahun, namun ada juga kelompok usia yang menderita kondisi gangguan tidur ini pada saat berusia 14 hingga 17 tahun.
Mengapa Bisa Terjadi Kelumpuhan Tidur
Kondisi kelumpuhan tidur ini belum dapat diidentifikasi secara detail. Namun kita pasti pernah terbangun saat tidur dan tidak bisa bergerak, ini jawabannya!
1. Kelumpuhan tidur adalah sebuah parasomia, dimana seseorang tidak sejalan dengan fase REM dan pada saat kondisi bangun tidur. Atau istilah yang lebih mudahnya adalah otak dalam kondisi tidur akan tetapi tubuh sudah ingin bangun, kondisi seperti ini yang menyebabkan seseorang tidak dapat menggerakkan tubuhnya dengan baik. Biasanya kondisi ini terjadi karena kita tidur tidak teratur.
2. Kelainan tidur juga dapat disebabkan oleh kekurangan tidur. Jika kita melihat gelombang otak maka proses tidur terbagi menjadi 4 tahapan. Yaitu tidur ringan atau disebut juga dengan setengah sadar. Yang kedua adalah tidur lebih dalam, kemudian proses tidur paling dalam dan tahap REM. Pada saat kondisi REM ini seseorang akan mengalami mimpi, namun jika tubuh sangat lelah atau kurang tidur, maka proses tidur tidak akan berjalan seperti biasanya. Jika seseorang menderita kurang tidur biasanya tahapannya adalah dalam kondisi tidur ringan langsung masuk ke tahap REM. Jika kita tiba-tiba terbangun dan otak belum berfungsi dengan baik, maka kita akan mengalami Kelumpuhan Tidur.
3. Kelainan tidur bersifat genetik. Kondisi seperti ini, berdasarkan penelitian yang dikondisikan pada anak kembar. Jika salah seorang kembar mengalami Kelumpuhan Tidur maka yang lainnya akan mengalami hal yang sama.
4. Tidur terlentang juga dapat dikategorikan sebagai salah satu penyebab Kelumpuhan Tidur. Seeorang yang tidur dalam kondisi terlentang sangat riskan terkena bangun secara mendadak, terutama mereka yang pola tidurnya tidak teratur, kurang tidur,dll.
Cara Mengatasi Kelumpuhan Tidur
Jika kita pernah mempunyai masalah seperti ini, maka ada beberapa hal yang harus kita perhatikan, seperti membiasakan diri untuk selalu tidur 6-8 jam dalam sehari. Jika kita memang tidak dapat tidur kita dapat berkonsultasi dengan dokter,dan bahkan meminta obat tidur. Atau bahkan dapat melakukan terapi untuk mengatasi gangguan tidur yang kita rasakan.
Subscribe to:
Posts (Atom)